Thursday, November 23, 2017

MATERI BIOTEKNOLOGI KELAS 9 SMP

Bioteknologi (Pelajaran Biologi SMP/ MTs Kelas IX)

Bioteknologi
Bioteknologi (Pelajaran Biologi SMP/ MTs Kelas IX)

Bioteknologi dan Pemanfaatannya

Pada dasarnya macam macam bioteknologi dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

    Bioteknologi Konvensional

    Pengertian bioteknologi konvensional adalah biologi yang menggunakan mikroba untuk mendapatkan suatu produk barang/ jasa sesuai dengan kebutuhan manusia melalaui suatu proses fermentasi. Berikut ini merupakan contoh bioteknologi di produk makanan dan minuman hasil fermentasi :
    Bioteknologi
    Pemanfaatan bioteknologi pada produk makanan dan minuman
    Selain untuk produk makanan dan minuman, mikroba juga dimanfaatkan dalam pembuatan antibiotik, sebagai contoh streptomyces griceus, streptomyces aurefacien, streptomyces venezuele.

      Bioteknologi Modern

      Pengertian bioteknologi modern adalah bioteknologi yang betul-betul mengoptimalkan pemanfaatan biologi sel dan biologi molekuler (disebut juga rekayasa genetika) dlam rangka pembuatan suatu produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

      Produk hasil rekombinan DNA

      Bioteknologi
      Pemanfaatan bioteknologi

      Terapan Hasil Bioteknologi

        Di Bidang Industri

        Peran dari pemanfaatan bioteknologi pada bidang industri adalah berupa produk makanan dan juga minuman, protein sel tunggal dan zat organik.

        1. Produk bahan makanan dan minuman

        Penerapan dari prinsip bioteknologi ini adalah memakai prinsip tradisional yang memakai fermentasi. Pengertian fermentasi adalah suatu proses perubahan kimia karbohidrat menjadi alkohol atau menjadi asam oleh mikroorganisme. Untuk jenis makanan dan miniman yang menggunakan prinsip fermentasi dapat dilihat pada tabel di atas pada bioteknologi konvensional.

        2. Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)
        Pengertian PST adalah protein yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan letaknya berada di dalam sel mikroorganisme tersebut. Tujuan PST adalah untuk  mendapatkan protein dalam rangka mengatasi kekurangan protein. Contoh mikroorganisme yang menghasilkan PST adalah Bakteri Methylophillus methylotrophus dan alga hijau (chlorella). Inilah pemanfaatan dari bioteknologi untuk menghasilkan PST.

        3. Penghasil Zat Organik
        Bioteknologi juga dapat berperan dalam menghasilkan zat organik. Zat organik merupakan suatu zat yang mempunyai kandungan karbon, oksigen dan hidrogen. Zat organik dihasilkan dari proses fermentasi mikroorganisme. Sebagai contoh adalah asam sitrat oleh Aspergillus nigger.

          Di Bidang Pertanian

          Di bawah ini merupakan bioteknologi pertanian yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia
          1. Organisme Transgenik
          Organisme transgenik adalah organisme yang memperoleh sisipan gen tertentu dari organisme lain sebagai pembawa sifat yang diharapkan. Hal ini juga memanfaatkan bioteknologi.

          2. Kultur Jaringan
          Menumbuhkan eksplan pada media sehingga akan tumbuh kalus dan pada akhirnya akan menjadi plantet (tanaman) kecil yang memiliki akar, batang dan jug adaun.

          Keuntungan teknik kultur jaringan dengan pemanfaatan bioteknologi adalah:
          • Memiliki sifat yang mirip dengan induknya;
          • Bisa diperbanyak dalam waktu yang singkat dan cepat;
          • Tidak memerlukan tempat/ okasi yang luas;
          • Kesehatan dan kualitas dari bibit yang terjamin;
          • Kecepatan dalam pertumbuhan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan yang alami.
          3. Hidroponik
          Pengertian hidroponik adalah teknik dalam bercocok tanam tanpa memakai tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik juga memanfaatkan bioteknologi. Keuntungan cara bertanam dengan hidroponik adalah :
          • Tidak membutuhkan lokasi/ tempat yang luas;
          • Pupuk lebih hemat;
          • Kualitas produksi (hasil panen) yang baik;
          • Tanaman bebas dari hama dan penyakit;
          • Panen dapat berlangsung secara terus menerus;
          • Tanaman dapat tumbuh dengan lebih cepat.
          4. Aeroponik

          Pengertian aeroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa memakai media tanam untuk tumbuhnya akar, dan akar dibiarkan secara terbuka menggantung pada suatu tempat yang kelembabannya telah dijaga. Aeroponik juga merupakan pemanfaatan dari bioteknologi.

            Di Bidang Lingkungan

            Penerapan bioteknologi pada bidang lingkungan misalnya:

            1. Gasohol adalah merupakan fermentasi molase oleh Saccharomyces cerevisie.

            2. Biohidrometalurgi/ pemisahan logam dari bijihnya. Untuk mikroorganisme yang mempunyai peran adalah Thiobacillus ferrooxidans yang mempunyai sifat kemolitotrof yaitu yang bisa memakai senyawa anorganik sebagai sumber energi.

            3. Pencemaran logam berat dari limbah industri dapat diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi. Pencemaran logam berat dari limbah industri bisa dengan menggunakan bakteri Thiobacillus ferrooxidans dan Bacillus subtilis untuk mengikat zat logam berat tersebut yang telah mencemari lingkungan.

            4. Bioremediasi adalah suatu cara menghilangkan polutan ataupun kontaminan yang terdapat di air, tanah dan juga udara dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti halnya Pseudomonas, Flavo-bacterium, Azetobacter dan juga Arthobacter. Bioremediasi merpakan salah satu pemanfaatan bioteknologi.

            5. Pemanfaatan bioteknologi dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran limbah organik yaitu dengan menggunakan tumbuhan air seperti halnya enceng gondok.

              Di Bidang Peternakan

              Pemanfaatan bioteknologi :
              1. Inseminasi buatan
              2. Klonik
              3. Tekonogi transgenik

                Di Bidang Kedokteran dan Kesehatan

                Pada bidang kedokteran dan kesehatan, pemanfaatan bioteknologi :
                1. Antibodi monoklonal
                2. Dalam pembuatan insulin
                3. Terapi gen adalah merupakan pengobatan terhadap penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen yang normal. Pemanfaaatn bioteknologi ini sangat bermanfaat bagi penderitanya.
                4. Antibiotik. Di awali dari penemuan pinisilin dari Pinicillium notatum oleh Alexander Flerning
                Pinicillium chrysogenum memperbaiki pinisilin yang telah ada yang dilakukan dengan mutasi secara iradiasi ultraviolet dan sinar x.
                - Cephalospurium, pinisilin N
                - Cephalospurium, sefalospurin C
                - Streptomyces, streptomisin sebagai pengobatan TBC.

                5. Interferon adalah merupakan protein yang dihasilkan sel tubuh apabila terinveksi virus.

                6. Vaksin. Sebagai contoh adalah vaksin hepatitis B dan malaria.

                Bioteknologi dalam Produksi Pangan

                Di bidang produksi pangan, bioteknologi juga memiliki manfaat yang banyak, antara lain:

                1. Makanan bahan susu

                Pada prinsipnya adalah memproses susu dengan fermentasi yang menghasilkan asam laktat.
                - Keju oleh Propiabacterium yang juga memiliki fungsi memberi rasa dan tekstur dari keju.
                - Yoghurt oleh Lactobacillus bulgaricus yang memberi rasa dan aroma dan Streptococcus thermophillus menambah keasaman.
                - Mentega oleh Leucnostoc cremoris.

                2. Makanan Non Susu

                - Roti, asinan dan alkohol dengan ragi;
                - Kecap dengan Aspergillus oryzae
                - Nata de coco dengan Acetobacter xylinum.
                - Cuka dengan Acetobacter azeti
                - Alkohol difermentasi dalam kondisi yang aerob.

                  Dampak Bioteknologi di Berbagai Bidang

                    Berikut adalah dampak dari bioteknologi pada berbagai bidang, antara lain:

                    Dampak Bioteknologi Bidang Lingkungan

                    Bioteknologi memiliki dampak pada bidang lingkungan. Organisme transgenik yang dilepaskan ke alam bebas bisa jadi membuat terjadinya perubahan keseimbangan ekosistem. Hal ini disebabkan karena setiap spesies tertentu mempunyai fungsi tersendiri pada suatu ekosistem. Organisme transgenik tersebut dikhawatirkan akan membuat perubahan peranan organisme lain dalam ekosistem.

                      Dampak Bioteknologi Bidang Sosial Ekonomi

                      Selain bidang lingkungan, bioteknologi juga berdampak pada bidang sosial ekonomi. Timbulnya hak paten atas rekayasa genetik, swastanisasi pada kelompok tertentu  akan memberikan suatu pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya dengan adanya penemuan tanaman transgenik yang dipatenkan, maka untuk mendapatkan tanaman tersebut harus membeli kepada pemegang lisensi tersebut, hal ini akan memberatkan bagi petani yang mempunyai modal yang terbatas.

                        Dampak Bioteknologi Bidang Kesehatan

                        Suatu organik yang disisipi oleh gen yang tahan zat antibiotik dikhawatirkan bisa menurunkan daya tahan tubuh kepada penyakit jika dikonsumsi oleh manusia, hal ini dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Inilah dampak bioteknologi pada bidang kesehatan.

                          Dampak Bioteknologi Bidang Etika/ Moral

                          Dampak bioteknologi selanjutnya adalah pada bidang etika/ moral. Pemindahan gen suatu makhluk ke dalam sel tubuh makhluk yang lain dianggap tidak etis oleh masyarakat, karena hal ini merupakan pelanggaran terhadap hukum alam yang terbuka. Harapannya artikel bioteknologi di atas memberi manfaat.

                          Friday, July 28, 2017

                          PENGHITUNGAN SUBNETTING, SIAPA TAKUT?

                          subnetrouter2.JPGSetelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut?dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
                          Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
                          Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
                          Subnet MaskNilai CIDR
                          255.128.0.0/9
                          255.192.0.0/10
                          255.224.0.0/11
                          255.240.0.0/12
                          255.248.0.0/13
                          255.252.0.0/14
                          255.254.0.0/15
                          255.255.0.0/16
                          255.255.128.0/17
                          255.255.192.0/18
                          255.255.224.0/19
                          Subnet MaskNilai CIDR
                          255.255.240.0/20
                          255.255.248.0/21
                          255.255.252.0/22
                          255.255.254.0/23
                          255.255.255.0/24
                          255.255.255.128/25
                          255.255.255.192/26
                          255.255.255.224/27
                          255.255.255.240/28
                          255.255.255.248/29
                          255.255.255.252/30

                          SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
                          Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
                          Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
                          Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
                          1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
                          2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
                          3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
                          4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
                          5. Subnet
                            192.168.1.0
                            192.168.1.64
                            192.168.1.128
                            192.168.1.192
                            Host Pertama
                            192.168.1.1
                            192.168.1.65
                            192.168.1.129
                            192.168.1.193
                            Host Terakhir
                            192.168.1.62
                            192.168.1.126
                            192.168.1.190
                            192.168.1.254
                            Broadcast
                            192.168.1.63
                            192.168.1.127
                            192.168.1.191
                            192.168.1.255
                          Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
                          Subnet MaskNilai CIDR
                          255.255.255.128/25
                          255.255.255.192/26
                          255.255.255.224/27
                          255.255.255.240/28
                          255.255.255.248/29
                          255.255.255.252/30

                          SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
                          Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
                          Subnet MaskNilai CIDR
                          255.255.128.0/17
                          255.255.192.0/18
                          255.255.224.0/19
                          255.255.240.0/20
                          255.255.248.0/21
                          255.255.252.0/22
                          255.255.254.0/23
                          255.255.255.0/24
                          Subnet MaskNilai CIDR
                          255.255.255.128/25
                          255.255.255.192/26
                          255.255.255.224/27
                          255.255.255.240/28
                          255.255.255.248/29
                          255.255.255.252/30
                          Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
                          Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
                          Penghitungan:
                          1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
                          2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
                          3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
                          4. Alamat host dan broadcast yang valid?
                          5. Subnet
                            172.16.0.0
                            172.16.64.0
                            172.16.128.0
                            172.16.192.0
                            Host Pertama
                            172.16.0.1
                            172.16.64.1
                            172.16.128.1
                            172.16.192.1
                            Host Terakhir
                            172.16.63.254
                            172.16.127.254
                            172.16.191.254
                            172.16.255.254
                            Broadcast
                            172.16.63.255
                            172.16.127.255
                            172.16.191.255
                            172.16..255.255
                          Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
                          Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
                          Penghitungan:
                          1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
                          2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
                          3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
                          4. Alamat host dan broadcast yang valid?
                          Subnet
                          172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
                          Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
                          Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
                          Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255
                          Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan 😉

                          SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
                          Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
                          Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
                          Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
                          Penghitungan:
                          1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
                          2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
                          3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
                          4. Alamat host dan broadcast yang valid?
                          Subnet
                          10.0.0.010.1.0.010.254.0.010.255.0.0
                          Host Pertama10.0.0.110.1.0.110.254.0.110.255.0.1
                          Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.25410.254.255.25410.255.255.254
                          Broadcast10.0.255.25510.1.255.25510.254.255.25510.255.255.255
                          Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya 😉
                          Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
                          Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
                          REFERENSI
                          1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
                          2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
                          3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
                          ttd-small.jpg
                          MENGADMINISTRASI SERVER DALAM JARINGAN

                          Pengertian Server
                          Server  adalah  ibarat  pelayan  yang  memiliki  hak  untuk  mengatur.
                          Server  disebut sebagai pelayan dikarenakan fungsi server  secara  keseluruhan adalah memberi  layanan  (service)  kepada  client  yang saling terhubung satu sama lain dalam satu jaringan.

                          Fungsi Server
                          Sedangkan  fungsi server dalam mengatur adalah bagaimana server mengatur
                          dalam memberi hak akses  terhadap client yang  terhubung dengan server tersebut. Contohnya: hak akses internet, akses directory, dll
                          Selain  itu server dapat berfungsi sebagai dinding keamanan  (firewall). Fungsi
                          server  ini  sangat  penting  dalam  jaringan  yang  terhubung  dengan  jaringan luar seperti  internet.
                          Server  dapat  berfungsi  untuk  membatasi  dan  menolak  suatu koneksi yang ingin merusak dan melakukan pencurian metadata.
                          Server  dapat  pula  berfungsi  sekaligus  sebagai  router  yang  menghubungkan
                          antara sebuah jaringan dengan jaringan yang lain tapi berbeda segmen.

                          Aplikasi Server
                          Layanan/Aplikasi  yang  diberikan  server  kepada  client  bermacam-macam.  Layanan
                          tersebut dapat berupa web server,DNS server mail server, ftp server,proxy server, SMB server, DHCP server, dll.

                          1. Web Server
                          Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide  Web  (WWW).  Web  server  menunggu  permintaan  dari  client  yang menggunakan browser seperti netscape navigator,  Internet Explorer, modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang  diinginkan  kembali  ke  browser.
                          Data  ini  mempunyai  format  yang  standar disebut  dengan  format  SGML  (  Standard General Markup  Language).  Data  yang berupa  format  ini  kemudian  akan  ditampilkan  oleh  browser  sesuai  dengan
                          kemampuan  browser  itu.  Contohnya  ialah  bila  data  yang  dikirim  berupa  data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan  text  (misalnya  lynx)  tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja.
                          Web  Server,  untuk  berkomunikasi  dengan  clientnya  (web  browser)
                          mempunyai  protokol  sendiri  yaitu  HTTP  (HyperText  Transfer  Protocol).  Dengan protokol  ini,  komunikasi antar web  server  dengan  clientnya  (browser) dapat  saling dimengerti dan lebih mudah.
                          Seperti  telah  dijelaskan  diatas, Standar  format  data  pada World Wide Web adalah SGML. Tapi sudah menjadi hal yang umum bahwa para pengguna  internet lebih  banyak  menggunakan  format  HTML  (HyperText  Markup  Language)  karena penggunaannya yang lebih sederhana dan mudah dipelajari.

                          2. DNS Server
                          DNS Server adalah aplikasi untuk me-resolve (konversi) hostname menjadi IP Address.

                          3. Mail Server
                          Mail server merupakan sebuah aplikasi yang berurusan dengan  lalu  lintas email, dia tidak secara langsung berhubungan dengan user yang akan berkirim. Dalam  pengiriman  email,  terdapat  dua  aplikasi  yang  diperlukan  yaitu  MTA  (Mail Transfer  Agent),  dan MUA  (Mail User  Agent).  Kerja  sama  antara MUA  dan MTA dapat  dianalogikan    seperti  agen  perjalanan  dan  perusahaan  perjalanan,  dimana email merupakan orang yang akan melakukan perjalanan.
                          Salah  satu  alasan  kenapa  email dipakai orang karena memberikan cara yang mudah dan cepat dalam mengirimkan sebuah informasi. Selain itu email dapat juga informasi yang ukurannya kecil sampai ke  file  yang  ukurannya  besar. Pada  gambar  berikut  bagaimana  cara      pertukaran
                          Email yang menggunakan TCP/IP

                          Secara  garis  besar  MTA  (Mail  Transfer  Agent)  adalah  sebuah  aplikasi  untuk mengantarkan email. MTA melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut :
                          - Pertukaran email menggunakan protokol TCP
                          - Menerima email masuk (incoming)
                          - Meneruskan email yang akan keluar (outgoing)
                          - Mengatur antrian bila ada email masuk, keluar dan yang tertunda pengirimannya MTA yang umum dipakai adalah sendmail dan qmail untuk di unix serta untuk di Ms Windows menggunakan Mdaemon.


                          Sedangkan MUA (Mail User Agent) adalah aplikasi yang berfungsi sebagai antar muka  (interface)  antara  email  (dalam  hal  ini  berhubungan  dengan  user  yang memiliki email tersebut) dengan MTA yang mendukungnya. Ia berfungsi :
                          - Menulis email dan membaca email yang masuk.
                          - Mengatur konfigurasi email sehingga sesuai dengan MTA yang mendukungnya.
                          - Memberikan kenyamanan kepada user dalam menerima dan mengirim email.
                          Beberapa agen email yang populer saat ini adalah Pine, Eudora, Netscape, Outlook dan Pegasus.

                          4. FTP Server
                          FTP (File Transfer Protocol) menggunakan protokol transport TCP untuk mengirimkan data/file. TCP dipakai sebagai protokol transport karena protokol ini memberikan garansi pengiriman dengan FTP yang dapat memungkinkan user mengakses le dan direktori secara interaktif
                          diantaranya:
                           - Melihat daftar file pada direktori remote dan lokal
                          - Mengganti nama dan menghapus file
                          - Transfer file dari komputer remote ke lokal (download)
                          - Transfer file dari komputer lokal ke remote (upload)

                          5. Proxy Server
                          Fungsi proxy sebagai cache merupakan fungsi proxy yang paling banyak digunakan dalam jaringan.
                          Dengan fungsi ini proxy mampu menyimpan halaman-halaman web yang pernah diakses oleh client dalam jaringan. Sehingga bila ada client yang lain yang meminta halaman yang sama,maka halaman yang ada dalam cache itulah yang akan diberikan ke client.
                          Sebagai contoh, bila ada client yang membuka halaman http://www.yale.edu, maka sebelum halaman web tersebut muncul di client, proxy server akan menyimpan terlebih dahulu halaman tersebut di dalam cache.
                          Lain waktu apabila ada lagi yang meminta halaman http://www.yale.edu maka halaman yang tersimpan di cache itulah yang akan diberikan ke client yang meminta halaman tersebut.

                          6. SMB Server
                          Samba  adalah  server  yang  sangat  powerful  yang  dapat  membuat  sistem berbasis  Unix  (seperti  Linux)  untuk  melakukan  sharing  resource  dengan  sistem berbasis Windows.

                          7. DHCP Server
                          DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan sebuah server untuk memberikan IP Address secara dinamik bagi client.
                          Client melakukan permintaan IP Address kepada server, dan server memberikan alokasi bagi si client tersebut.
                          Mekanisme ini akan sangat memberikan keuntungan bagi manajemen jaringan di karenakan proses setting IP Address tidak harus dilakukan manual untuk setiap client yang ada.
                          Contoh system operasi pada PC Server: Microsoft (Windows NT, Windows 2000 Server, Windows 2003 Server, Windows 2008 Server), Linux (Debian, Fedora, SUSE, Ubuntu Server, Redhat)

                          Client
                          Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri yang terhubung dengan jaringan/workstation, sehingga dapat digunakan untuk mengakses ke server dan PC lainnya.
                          Contoh system operasi pada PC Client: Microsoft(Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, windows 2000, Windows Me, Windows XP, Windows Vista, Windows 7), Linux((Debian, Fedora, SUSE, Ubuntu, Redhat)
                           Komputer yang bertugas sebagai pelayan jaringan.
                          - Server mengatur lalu lintas data dalam sebuah jaringan dan menyediakan resource yang dapat dipakai oleh komputer lain yang terhubung dalam jaringannya.
                          - Server merupakan piranti khusus dalam jaringan komputer yang menjadi tempat bagi semua nodes (titik jaringan/workstation)di dalam jaringan untuk bisa melakukan resource sharing.
                          - Server melayani semua nodes, jika nodes membutuhkan.
                          - Server ada beberapa macam, yaitu: printer server, file server, disk server, web server dan database server. Server bisa bersifat dedicated, artinya server tidak bisa dipergunakan sebagai nodes untuk komunikasi, ada juga yang bersifat non-dedicated, yaitu selain berfungsi sebagai server juga dapat dipergunakan sebagai titik masuk untuk berkomunikasi di dalam jaringan. Cara seperti ini populer dengan istilah client-server
                          Layanan  yang  diberikan  server  kepada  client  bermacam-macam.
                          Layanan tersebut dapat juga berupa service E-Mail, Domain, Web, Proxy, dll.